22 Oktober 2010

Pelatihan peningkatan martabat guru melalui keteladanan sikap & perilaku


Karakter dan moral sangat penting dalam kehidupan yang harmonis dalam berbangsa dan bernegara, salah satu acara efektif untuk membangun dan membentuk karakter adalah melalui bidang pendidikan.

Guru dalam bahasa Jawa adalah rangkaian dari kata digugu dan ditiru, guru sebagai panutan anak didiknya, guru juga menjadi tokoh utama yang senantiasa jadi idola bagi anak didiknya, dan lebih mendasar lagi bagi guru merupakan pribadi pembentuk karakter utama dalam pembentukan watak, sikap dan perilaku anak usia dini.

Anak usia dini belum cukup mengerti atau mampu menerjemahkan sebuah materi, tetapi anak usia dini akan mudah menangkap dan memahami dengan cara melihat dan meniru, untuk itu diperlukan guru atau pendidik anak usia didik (PAUD) yang mampu menjadi sosok suri tauladan bagi anak didiknya.

Pendidik bukan hanya sekedar memiliki kompetensi, tetapi pendidik harus memiliki karakter dan kepribadian yang baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

Agar pendidikan anak usia dini bisa dilaksanakan dengan baik dan berhasil, pembekalan dan pelatihan kepribadian bagi guru PAUD menjadi sangat penting dan dibutuhkan.
Semua ini dalam rangka membangun sikap pribadi unggul bagi para pendidik, dan meningkatkan semangat hangrumeksa anak didik yang berkepribadian baik di masa depan.

Apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan in house training, dengan kegiatan pelatihan praktis dan efektif, dengan model quantum learning yaitu pelatihan model cepat, praktis dan menyenangkan, dengan menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan dengan membangun semangat, sikap dan pola pikir sebagai upaya membangun SDM Unggul bagi pendidik satuan pendidikan anak usia dini.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari dengan metode pelatihan yang menerapkan kepada aplikasi pengajaran KISS ME (kreatifitas, imajinasi, sportifitas, spiritual, manajerial dan emosi serta etika) dan PERISKOPIK, kedua model pelatihan ini merupakan cirri khas model pelatihan ala Kapilawastu.

Tidak ada komentar: